BLIGO FUN TUBBING

Administrator 20 September 2017 13:25:33 WIB

Bligo Fun Tubbing adalah wahana rekreasi air di desa Bligo Kecamatan Ngluwar yang dikelola oleh Karang Taruna.Wahana ini menawarkan sensari rekreasi air dan sejarah. Rekreasi air adalah rekreasi alam dengan menelusuri sepanjang selokan Mataram dari terowongan bawah tanah Van Der Wijck.Para penikmat wisata ini ketika menelusuri sensasi derasnya air di selokan Van Der Wijck sampai selokan Mataram, juga menikmati suasana alam pedesaan, pemandangan lekuk-lekuk barisan Bukit Menoreh, pemandangan Gunung Merapi yang menjulang kokoh berhimpit dengan Gunung Merbabu dari kejauhan, kelok-kelok pematang sawah yang indah dan lain sebagainya. Sedang rekreasi Sejarah adalah bahwa ketika menelusuri selokan ini kita bisa merasakan sensasinya selokan yang dibuat oleh penjajah Belanda atas permintaan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII yang dinamai selokan Van Der Wijck dan selokan yang dibuat penjajah Jepang atas permintaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang dinamai Kanal Sanshiro dan setelah Indonesia merdeka diubah namanya menjadi Selokan Mataram. Konon pada jaman penjajah Belanda, Pemerintah Belanda mempunyai program Kerja Paksa yang disebut Rodi. Rakyat Mataram waktu itu juga akan dikerjapaksakan ke luar pulau Jawa. Maka demi melindungi warganya Sri Sultan Hamengku Buwono VIII meminta kepada Belanda agar warganya tidak dikirim ke luar pulau Jawa cukup dipekerjakan membuat kanal (selokan) yang bisa untuk mengairi tanaman tebu Belanda. Permintaan ini dikabulkan dan jadilah bangunan yang terdiri Bendung Van Der Wijck ( sekarang dikenal dengan Bendung Karangtalun), Terowongan Bawah Tanah Van Der Wijck sepanjang 600 m dibawah dusun Jetis dan Gagan desa Bligo serta Kanal (selokan) Van Der Wjck sepanjang 17 km memanjang dari Desa Bligo sampai Desa Sedayu Bantul. Setelah tentara Jepang mampu mengusir Belanda dan negeri ini dijajah Jepang,Jepang juga mempunyai program kerja paksa yang disebut Romusha. Pada waktu itu warga Mataram dan sekitarnya juga akan dikirim ke luar pulau Jawa. Namun Sri Sultan Hamengku Buwono IX meminta agar warganya tidak dikirim keluar pulau Jawa cukup dipekerjakan untuk membuat saluran menyambung dari kanal Van Der Wijck menuju ke timur mengarah ke Kali Oyo. Sri Sultan Hamengku Buwono IX memegangi apa yang dikatakan Sunan Kalijaga bahwa Mataram akan makmur bila sungai Progo telah bertemu dengan sungai Oyo. Disamping itu, dengan adanya pengairan maka tanah Mataram yang tandus sebagai penghasil gaplek akan menjadi subur dengan tanaman padi yang bisa untuk memenuhi kebutuhan pangan tentara Jepang. Maka Jepang setuju dan dibangunlah kanal ini dengan nama Kanal Sanshiro yang kemudian diubah namanya menjadi Selokan Mataram sepanjang 37 km mengarah ke arah timur Sampai wilayah Kecamatan Kalasan Kab Sleman (lihat pada Biorama Moseum Benteng Vandernburg Yogyakarta).

Ditulis oleh Syafrudin

Komentar atas BLIGO FUN TUBBING

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi BLIGO

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung